“Teknologi robotika dalam bedah tulang belakang memungkinkan penempatan sekrup dan instrumen dengan sangat presisi dan aman. Melalui navigasi dan perencanaan yang terstandarisasi, prosedur operasi dioptimalkan dan akurasi semakin ditingkatkan. Terutama pada prosedur kompleks pada tulang belakang, teknologi ini menawarkan keunggulan yang signifikan,” jelas Prof. Dr. Rahim.
Pada saat yang sama, pasien juga mendapatkan manfaat dari prosedur operasi invasif minimal. Sayatan kulit yang lebih kecil, trauma otot yang lebih ringan, serta penanganan jaringan yang lebih hati-hati biasanya menghasilkan rasa sakit pascaoperasi yang lebih sedikit, mobilisasi yang lebih cepat, dan pemulihan yang lebih cepat setelah prosedur. Selain itu, paparan radiasi baik bagi tim bedah maupun pasien berkurang secara signifikan.
Komponen penting lainnya dari konsep inovatif ini adalah pengenalan sistem realitas virtual modern. Sistem ini memungkinkan skenario pelatihan dan simulasi yang realistis, meningkatkan keterampilan bedah, dan mendukung pengembangan berkelanjutan seluruh tim medis. Hal ini memperkuat kualitas, keamanan, dan keahlian secara berkelanjutan.
Perpaduan antara perencanaan operasi yang disesuaikan secara individual, pencitraan intraoperatif O-Arm beresolusi tinggi, dan bedah yang dibantu robot menandai tonggak penting bagi bedah tulang belakang di GPR Klinikum Rüsselsheim. Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Tamim Rahim, sebuah pusat yang sangat modern pun terbentuk, yang menetapkan standar baru dalam hal presisi, keamanan, dan kualitas perawatan.
Dalam implementasi teknologi inovatif ini, Prof. Dr. Tamim Rahim didukung oleh tim yang berdedikasi dan berpengalaman. Dokter spesialis senior Dr. Mohannad Mowala, dokter spesialis Maxim Jemna, serta seluruh tim bedah tulang belakang mendampingi pengenalan dan pengembangan lebih lanjut bedah tulang belakang robotik dengan kompetensi profesional yang tinggi dan dedikasi yang besar. Bersama-sama, mereka menciptakan prasyarat agar teknologi inovatif dapat diintegrasikan dengan sukses ke dalam praktik klinis sehari-hari dan terus dikembangkan.
Investasi dalam teknologi inovatif ini sekaligus menjadi keunggulan kompetitif yang signifikan bagi GPR Klinikum. Hal ini tidak hanya memperkuat bidang bedah tulang belakang, tetapi juga meningkatkan kemampuan medis seluruh rumah sakit dan menegaskan peran klinikum sebagai penyedia layanan kesehatan terkemuka di wilayah ini.
“Dengan pengenalan bedah tulang belakang yang dibantu robot dan teknologi O-Arm, kami berinvestasi secara terarah pada kedokteran masa depan. Bersama Prof. Dr. Tamim Rahim dan seluruh tim bedah tulang belakang, kami menciptakan prasyarat untuk kualitas perawatan terbaik, keamanan pasien yang lebih baik, dan penguatan berkelanjutan lokasi klinik kami. Perkembangan ini merupakan tonggak penting bagi GPR Klinikum dan bagi pelayanan kesehatan di seluruh wilayah,” tegas Direktur Utama GPR, Achim Neyer.
